Cerita Kami

SETIAP BIJI KOPI SUNGGUH BERARTI

GAIRAH – LOYALITAS – INTEGRITAS – KELESTARIAN

Kisah kami

Bali Beans · Sejak 1985

Satu cangkir. Warisan keluarga.

Dari pertemuan tak terduga di Desa Lawak hingga perkebunan kopi keluarga, kenali orang-orang dan momen yang membentuk Bali Beans.

Jelajahi kisah kami
Nyoman dan Wayan di antara pohon kopi di perkebunan1981 Keluarga mulai bertumbuh

Kisah kami

Setiap biji kopi sungguh berarti

Gairah · Loyalitas · Integritas · Kelestarian

Yang menuntun kami

Berakar pada tujuan.

01

Misi

Dari panen hingga cangkir, kami menyajikan kopi Bali premium untuk Anda!

Kami yakin Anda tidak berkompromi dalam kualitas, rasa yang enak, dan kebaikan murni. Dan itulah mengapa kami tahu Anda akan menyukai Bali Beans Coffee. Dibangun di atas landasan semangat, integritas, loyalitas, dan keberlanjutan, pengalaman ‘Crop to Cup’ yang kami berikan kepada Anda berfokus pada pelestarian lingkungan, karena kami mendukung sesama petani lokal dan kesuksesan jangka panjang mereka. Selain itu melayani komunitas di setiap kali kami menyajikan secangkir premium Kopi Bali Beans.

Misi kami adalah menyediakan dan menyajikan kopi Bali organik dan unggul tidak hanya untuk distributor grosir, coffee shop dan restoran di seluruh dunia, tetapi juga untuk Anda secara langsung. Kami dapat mencapai ini dengan terlibat dalam praktik pertanian dan konsumen perdagangan langsung dan etis.

02

Visi

Brand dengan visi seringkali dimulai dari mimpi seseorang!

Ketika kami memulai Bali Beans, kami memiliki satu impian untuk membuat Kopi Bali organik premium yang dapat diakses oleh setiap pecinta kopi di seluruh dunia. Sejak tahun 1985, perjalanan kami telah membuktikan kepada kami bahwa mimpi adalah mungkin ketika kami bekerja sama dengan alam dan menjaga kesejahteraan sesama petani yang dekat di hati. Setiap kali Anda mencicipi secangkir Kopi Bali Beans organik yang baru diseduh, kami meningkatkan kehidupan para petani.

Tidak hanya dengan melestarikan lingkungan, tetapi juga secara konsisten memastikan lebih banyak mimpi seperti kami berubah menjadi kenyataan.

03

Filosofi

Di mana kearifan kuno bertemu dengan inovasi!

Kopi premium kami ditanam oleh petani lokal Bali yang mempraktekkan metode pertanian ‘Subak Abian’, yang berarti mereka bekerja sama dengan koperasi lokal. Prinsipnya adalah untuk saling mendukung, berbagi pengetahuan dan sumber daya. Subak hidup dengan filosofi Bali ‘Tri Hita Karana’ (Tiga Sumber Kemakmuran), yang mengutamakan hubungan antara tiga elemen dapat membawa kedamaian dan kebahagiaan. Ketiga unsur tersebut adalah Manusia, Alam dan Tuhan.

Di Bali Beans, kami memahami pentingnya hubungan ini dan secara konsisten mengikuti konsep pertanian ‘Subak Abian’ untuk menyelaraskan diri dengan alam.

Menanam kopi dengan cara ini berarti sesama petani tidak pernah menggunakan pupuk sintetis, pestisida, insektisida atau bahan kimia berbahaya lainnya yang dapat mengganggu keseimbangan yang ada di alam. Mereka juga berusaha menyelaraskan diri dengan siklus alami produksi kopi.

Tonggak perjalanan kami

Kisah yang terus bertumbuh.

Pilih tahun untuk mengenal momen-momen di balik Bali Beans.

Wayan Sari dan Nyoman Sudana bersama
1970-an

Nyoman dan Wayan bertemu melalui kopi

Secangkir kopi yang disajikan saat Wayan berkunjung ke Desa Lawak mengawali kisah mereka bersama.

Nyoman dan Wayan di antara pohon kopi di perkebunan
1981

Pohon kopi pertama ditanam

Bersama-sama, Nyoman dan Wayan menanam pohon kopi pertama di lahan keluarga di dataran tinggi.

Ayu Sudana menikmati secangkir kopi
1985

Panen pertama dan kelahiran Ayu

Empat tahun setelah penanaman, panen pertama tiba pada tahun yang sama dengan kelahiran putri mereka, Ayu.

Pengunjung di perkebunan kopi Bali Beans
2008

Arabika Kintamani memperoleh sertifikasi IG

Arabika Kintamani memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis yang mengakui asal daerahnya.

01 / Awal perjalanan

Nyoman Sudana

Semua berawal dari hobi.

Nyoman lahir dari keluarga petani padi, namun sebagai anak bungsu dari 12 bersaudara, ia dituntun oleh rasa hausnya akan petualangan. Di usia muda, dia sudah bertekad untuk membantu Dunia merasakan yang terbaik yang ditawarkan tanah Bali. Dia mulai berkeliling Indonesia untuk mencari sapi unggulan dan bekerja di bawah seorang pengusaha Belanda untuk mengekspor sapi ini ke negara-negara tetangga.

Suatu malam 55 tahun yang lalu, pemuda Indonesia ini begadang, mengawasi sapi-sapi yang menunggu untuk dimuat ke kapal menuju Hong Kong. Bosnya berjalan menghampiri dan menyodorkan minuman hangat untuk membantunya tetap terjaga. Minuman itu adalah secangkir kopi pertama Nyoman Sudana dan saat dia menikmati cita rasanya, dia tidak membayangkan dirinya suatu hari nanti akan menjadi pendiri perusahaan Kopi Bali yang terkenal di Dunia!

Melihat betapa Nyoman sangat menikmati kopi pertamanya, bosnya mulai secara teratur menyerahkan cangkir minuman panas yang terbuat dari biji kopi pilihan yang dikumpulkannya dari berbagai belahan dunia selama perjalanannya. Digerakan oleh rasa antusias yang kuat, variasi rasa, ditambah kunjungan ke berbagai perkebunan di seluruh Indonesia, Nyoman mulai tertarik dan akhirnya menemukan hasrat & hobinya yang besar, yaitu– Kopi!

Dengan pengetahuan dan pemahaman barunya tentang biji kopi, Nyoman bertekad untuk menghasilkan kopi organik yang asli dari tanah subur di tanah airnya di Bali dan membagikannya kepada orang lain di seluruh dunia. Namun, keinginannya yang kuat saja tidak cukup untuk membantunya meyakinkan orang tuanya untuk mengubah sawah milik keluarga mereka menjadi perkebunan kopi, dia membutuhkan dukungan cinta!

Nyoman Sudana di perkebunan kopi keluarga01 / Awal perjalanan
02 / Pertemuan tak terduga

Wayan Sari

Hobi bertemu cinta.

Di tahun 1970-an, Wayan Sari muda memulai pekerjaanya sebagai pramuniaga perhiasan yg dilakukan sambil melakukan perjalanan keliling Bali untuk bertemu pelanggan baru yang potensial. Dalam salah satu perjalanannya, Wayan memutuskan untuk singgah di Desa Lawak menjual barang dagangnya dan kebetulan dia berjalan ke rumah keluarga Sudana. Begitu masuk ke dalam rumah, dia langsung dihadang oleh seorang pemuda bernama Nyoman. Setelah itu, tidak butuh waktu lama Nyoman menawarinya secangkir kopi yang terbuat dari biji yang dikumpulkan selama perjalanannya. Melihat betapa Wayan menikmati kopinya, Nyoman mengundangnya lagi keesokan harinya untuk secangkir kopi agar bisa bertemu lagi.

Keajaiban biji kopi jelas bekerja saat kedua anak muda ini terus berbagi lebih banyak cangkir kopi bersama. Lambat laun keduanya jatuh cinta satu sama lain. Tak butuh waktu lama, Nyoman berhasil melamar Wayan dan meyakinkannya untuk pindah ke Desa Lawak agar mereka bisa menikah.

Pasangan muda yang baru menikah ini memahami potensi kopi. Setelah beberapa kali diskusi, mereka dengan cepat mengenali peluang baru yang disajikan oleh sawah leluhur mereka. Ladang-ladang ini diperkaya dengan tanah vulkanik dari dataran tinggi Kintamani, jadi mereka berdua yakin ini adalah lingkungan yang sempurna untuk menghasilkan kopi premium.

Wayan Sari dan Nyoman Sudana bersama02 / Pertemuan tak terduga
Keluarga dan sahabat menikmati kopi bersama di meja
1981 Keluarga mulai bertumbuh

Nyoman dan Wayan menanam pohon kopi pertama mereka bersama pada tahun 1981 dan menunggu 4 tahun untuk panen pertama mereka, yang bertepatan dengan kedatangan putri mereka, Ayu Sudana. Sebuah perayaan ganda pada tahun 1985! Tahun demi tahun perkebunan keluarga Sudana menghasilkan panen yang luar biasa, dan tidak ada kata mundur. Pengetahuan mereka tentang penjualan dan pemahaman tentang lahan pertanian meningkatkan hasil kopi di wilayah tersebut ke standar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sampai kini dataran tinggi Kintamani diakui sebagai permata mahkota Bali. Terinspirasi oleh antusiasme bersama dan kekayaan alam Bali, pasangan Sudana, selama beberapa dekade ini telah berbagi kecintaan mereka pada kopi dengan seluruh dunia!

03 / Generasi berikutnya

Ayu Sudana

Pendiri & CEO

Tentunya bukan kebetulan bahwa Pendiri dan CEO Bali Beans ini lahir di tahun yang sama saat perkebunan keluarga mendapatkan panen kopi pertamanya!

Sebagai seorang anak, dunia Ayu berputar di sekitar kopi. Selain buku, setiap pagi Ayu mengemasi baju ganti agar bisa langsung ke perkebunan sepulang sekolah untuk membantu orang tuanya memetik buah kopi yang sudah matang. Pada akhir pekan, Ayu ada di perkebunan lebih pagi dari orang lain, jadi dia bisa mendapatkan kotoran Luwak liar (Kopi Luwak) yang masih segar. Semakin awal dia sampai di sana, semakin banyak biji yang bisa dia kumpulkan dan ini menghasilkan potensi uang saku lebih banyak!

Seiring berlalunya waktu, orang tua Ayu mulai mempercayakannya untuk mengawasi perkebunan sehari-hari. Dia memiliki banyak pengalaman karena dia menghabiskan lebih banyak waktu dengan petani dan pekerja Bali Beans. Setiap hari mempelajari segalanya tentang kopi dan memahami nilai-nilai pertanian tradisional Bali organik.

Landasan bercocok tanam yang imersif diperolehnya semasa kecil, dipadukan dengan kegemaran sang ayah untuk berwisata dan kepedulian sang ibu terhadap pelestarian lingkungan mendorong impian Ayu untuk menghadirkan kopi premium Bali ke seluruh pelosok dunia, dengan cara yang paling alami dan sustainable.

Ayu Sudana menikmati secangkir kopi03 / Generasi berikutnya
04 / Orang-orang di balik panen

Komunitas kami

Rasakan kebaikan kopi premium Bali yang dibuat dengan penuh perhatian…

Diperkuat oleh komitmen terhadap lingkungan, para petani dan pekerja Bali Beans terlibat secara mendalam dalam setiap tahap proses kopi. Mulai dari menanam bibit, memanen buah kopi yang matang, hingga proses pengeringan, roasting, dan pengemasan biji kopi premium.

Dipandu oleh kearifan tradisional Bali, para petani kami menerapkan metode produksi kopi yang etis, yang tidak hanya melindungi habitat lokal tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan kita yang secara alami terhubung dengan bumi.

Fasilitas produksi independen kami juga menjadi tempat bagi 22 petani perempuan yang dengan bangga bekerja bersama Bali Beans. Kontribusi mereka membantu meningkatkan kualitas kopi sekaligus menciptakan pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarga mereka.

22 petani perempuan bekerja bersama Bali Beans
Nyoman, Wayan, dan keluarga memanen buah kopi04 / Orang-orang di balik panen
05 / Yang telah kami bangun

Pencapaian kami

Nikmati secangkir kopi organik Bali Beans hari ini!

Kecintaan kami terhadap kopi autentik telah membantu kami membangun fasilitas produksi yang sepenuhnya independen. Hal ini memberi kami kontrol yang kuat terhadap kualitas kopi yang kami sajikan kepada Anda setiap hari.

Pada tahun 2008, kopi Arabika Kintamani kami mendapatkan sertifikasi Indikasi Geografis (GI).

Pengunjung berjalan di perkebunan kopi05 / Yang telah kami bangun
Empat petani perempuan memegang kopi dari perkebunan

Komunitas Bali Beans

Menumbuhkan masa depan

Misi kami tidak berhenti pada para petani saat ini. Kami ingin membantu keluarga petani membangun masa depan yang lebih aman dan mendorong generasi berikutnya untuk tetap tertarik pada pertanian.

Dengan berbagi pendidikan, pengetahuan pasar, dan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dicari pelanggan kopi modern, kami dapat membantu melestarikan tradisi pertanian Bali sekaligus mempersiapkan komunitas petani untuk masa depan.

Kisah ini terus berlanjut

Dari satu cangkir ke setiap panen sesudahnya.

Kisah keluarga yang dibentuk oleh rasa ingin tahu, cinta, tanah, dan orang-orang yang merawatnya.